cukuplah aku
mencintaimu dalam hati
menyalurkan lewat doa-doa di setiap sujudku
dan menjagamu melalui
Allah
Karena Aku Mencintaimu atas
asmaNya
Aku, bukannya tak peduli
Andai kau tau, sepenuh hari
pikiranku habis dengan
alunan mu
Aku, bukannya tak mengerti
Aku sungguh paham
Dan kau..
Aku tau kau jauh lebih paham
Sudah berapa kali aku
berkata?
Jika bukan karena cintaku
padamu,
Tak akan kuhabiskan
pikiranku untukmu
Tak perlu repot berkata ini-
itu
Jika bukan karena ikatan
iman,
Akan kubiarkan dirimu terus
terlalaikan
Biarlah, apa urusanku?
Akan kubiarkan batas itu
terus kau terobos
Akan kubiarkan dirimu terus
dibutakan
Dirimu bukanlah aku
Tapi kurasakan getar nun
jauh dari ujung dunia
Getarnya sampai ke sini, ke
dalam lubuk hatiku
Aku,
Ingin kita kelak bisa
bersanding bersama di atas
dipan
Di dalam jannah Nya
Adakah kau rasakan
cintaku?
Uhibbukifillah
Kamis, Juli 10, 2014
Minggu, Juni 29, 2014
Untukmu Tulang Rusuk Ku
Wahai kau pasangan tulang rusukku
Siapa dan dimanakah kau.
aku menunggu Saat khitbah kau nyatakan padaku.
Kuharap saat itu indah
dalam penantianku
Aku hanyalah sebutir pasir dihamparan luas
Dilahirkan dengan suka cita
Dibesarkan dalam kasih keluarga
Dengan harapan suatu saat aku bisa bahagia
Menemukan kekasih sejati yang memberikan cinta
Mengasihi dengan tulus apa adanya
Wahai kau pasangan tulang rusukku
Harapan tulus kuhatur untukmu
Semoga kau bisa berikan semua itu
Menjadikanku insan bahagia dengan kasihmu
Membuatku dekat pada Illahi Robbi ku
Selalu merindukan kehadiranmu
Tuk beribadah bersama dalam naungan kasih sayangmu
Menciptakan istana tahajud dalam sujud panjang bersamamu
Menggapai kerido'an dan surga Illahi Robbi ku
Saat janji indah sehidup semati kau ucap untukku
Disaat kau halalkan aku bagimu
Semoga saat itu adalah awal pengabdianku
Menjadi imam yang sholeh bagimu
Mengabdikan diri sepenuh jiwaku
Berjuang bersama menegakkan panji islam itu tekadku
Kau adalah yang terindah bagiku
Segala ucapanmu adalah sebuah titah bagiku
Selama itu baik dalam syari'atku
Dengan ikhlas aku akan jalani n menjujung tinggi perintahmu
Bersama arungi bahtera kehidupan baru
Menciptakan keluarga sakinah mawadah warrohmah n barokah
Menjadi madrasah indah bagi buah hati kita
Membentuk mujahid n mujahidah
Yang ditangannya ada semangat jihad
Menegakkan panji-panji islam
Berjuang dengan hati n jiwanya sebagai syuhada'
Dengan balutan kasih sayang yang indah
Dengan keterbatasan yang ada padaku
Kau hadir sebagai penyempurnaku
Rengkuh aku dalam kasihmu saat aku berada dalam kelemahanku
Ketika amarah merajai hidupku
Jadikan dirimu penyejuk hati dengan senyuman tulus n perhatianmu
Bimbing aku dengan kasih lembut mu
Agar dunia ini selalu indah bersamamu
Ku hanya ingin gapai keridhoanmu wahai pasangan tulang rusukku
Karena ridhomu adalah ridho Illahi Robbii ku
Kala ikhlasmu menghantarkanku ke surga itu
Saat diri ini menutup mata meninggalkanmu
Untaian do'a kan senyuman ikhlas kan mengantarkanku
Karena kau adalah kunci surga itu
http://m.facebook.com/idha.zee.9
Siapa dan dimanakah kau.
aku menunggu Saat khitbah kau nyatakan padaku.
Kuharap saat itu indah
dalam penantianku
Aku hanyalah sebutir pasir dihamparan luas
Dilahirkan dengan suka cita
Dibesarkan dalam kasih keluarga
Dengan harapan suatu saat aku bisa bahagia
Menemukan kekasih sejati yang memberikan cinta
Mengasihi dengan tulus apa adanya
Wahai kau pasangan tulang rusukku
Harapan tulus kuhatur untukmu
Semoga kau bisa berikan semua itu
Menjadikanku insan bahagia dengan kasihmu
Membuatku dekat pada Illahi Robbi ku
Selalu merindukan kehadiranmu
Tuk beribadah bersama dalam naungan kasih sayangmu
Menciptakan istana tahajud dalam sujud panjang bersamamu
Menggapai kerido'an dan surga Illahi Robbi ku
Saat janji indah sehidup semati kau ucap untukku
Disaat kau halalkan aku bagimu
Semoga saat itu adalah awal pengabdianku
Menjadi imam yang sholeh bagimu
Mengabdikan diri sepenuh jiwaku
Berjuang bersama menegakkan panji islam itu tekadku
Kau adalah yang terindah bagiku
Segala ucapanmu adalah sebuah titah bagiku
Selama itu baik dalam syari'atku
Dengan ikhlas aku akan jalani n menjujung tinggi perintahmu
Bersama arungi bahtera kehidupan baru
Menciptakan keluarga sakinah mawadah warrohmah n barokah
Menjadi madrasah indah bagi buah hati kita
Membentuk mujahid n mujahidah
Yang ditangannya ada semangat jihad
Menegakkan panji-panji islam
Berjuang dengan hati n jiwanya sebagai syuhada'
Dengan balutan kasih sayang yang indah
Dengan keterbatasan yang ada padaku
Kau hadir sebagai penyempurnaku
Rengkuh aku dalam kasihmu saat aku berada dalam kelemahanku
Ketika amarah merajai hidupku
Jadikan dirimu penyejuk hati dengan senyuman tulus n perhatianmu
Bimbing aku dengan kasih lembut mu
Agar dunia ini selalu indah bersamamu
Ku hanya ingin gapai keridhoanmu wahai pasangan tulang rusukku
Karena ridhomu adalah ridho Illahi Robbii ku
Kala ikhlasmu menghantarkanku ke surga itu
Saat diri ini menutup mata meninggalkanmu
Untaian do'a kan senyuman ikhlas kan mengantarkanku
Karena kau adalah kunci surga itu
http://m.facebook.com/idha.zee.9
Jumat, Juni 27, 2014
Isteri-Isteri Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
ISTERI-ISTERI NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
Yang pertama dari mereka adalah Khadijah, kemudian Saudah, kemudian `Aisyah, lalu Hafshah, Ummu Habibah, Ummu Salamah, Zainab binti Jahsy, Maimunah, Juwairiyah, dan Shafiyyah. Kami akan menyebutkan biografi mereka, insya Allah.[1]
Semuanya ada sembilan setelah Khadijah, yang meninggal sebelum mereka. Beliau tidak pernah menikah dengan wanita lain semasa hidup Khadijah, dan beliau tidak pernah menikah dengan gadis selain ‘Aisyah.
Adapun wanita-wanita yang pernah dicerai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semasa hidupnya, maka tidak kami sebutkan karena banyaknya perselisihan mengenai mereka.
Beliau memiliki dua sahaya wanita (Surriyyah) [2]: Maria [3] dan Raihanah binti Zaid, ada yang menyebutkan, binti Syam’un, kemudian beliau memerdekakannya.[4]
Diriwayatkan kepada kami dari Qatadah, ia mengatakan, “Nabi menikah dengan lima belas wanita, menggauli 13 orang dari mereka, menghimpun sebelas orang dari mereka, dan beliau meninggal dunia dengan meninggalkan sembilan isteri” [5]
Foot Note:
[1] Maksud pengarang yaitu dalam kitabnya, Tandziibul Asmaa’ wal Lughaat, yang mana pembahasan ini merupakan bagian dari mukaddimahnya. Namun, pengarang luput menyebutkan Ummul Mu’minin Zainab binti Khuzaimah, yang biasa disebut Ummul Masaakiin (ibu kaum miskin) karena ia suka berderma kepada mereka. Nabi menikahinya setelah pernikahannya dengan Hafshah. Ia hidup bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selama dua atau tiga bulan, kemudian ia meninggal. Tidak ada seorang pun dari isteri-isterinya yang meninggal semasa hidup beliau kecuali dia, dan sebelumnya Khadijah. Di antara kekhususan Nabi yang tidak berlaku bagi umatnya, ialah beliau boleh menikahi lebih dari empat isteri, sebagaimana diingatkan oleh pengarang (hal. 78 dari kitab asli). Lihat al-Istii’aab (I/88), al-Ishaabah(XII/280), dan as Siyar (II/218)
[2] As-suriyyah, dengan mendhammahkan siin, mengkasrahkan raa’, memfathahkan yaa’danmentasydidkan semua huruf tadi, ialah sahayawanita yang dihalalkan di rumah. Dinamakan demikian karena seseorang lebih senang menggaulinya daripada menggauli isterinya. (Lihat Mukhtaarush Shihaah,kamus pembahasan kelompok huruf)
[3] Ia adalah al-Qibthiyyah, ibu dari anak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ibrahim. Wanita ini dihadiahkan oleh Muqauqis, penguasa Iskandaria, kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (al-Ishaabah, XIII/125).
[4] Ia dari bani Nadhir dari Yahudi, dan ia radhiyallahu ‘anha telah masuk Islam. Silakan lihat al-Ishaabah(XII/267).
[5] Lihat Tasmiyyah Azwaajin Nabi wa Auladih, karya Abu ‘Ubaidah (hal. 70-80) dan al-Istii’aab, karya Ibnu ‘Abdil Barr (I/90-91), di mana Ibnu `Abdil Barr mengatakan, “Adapun wanita-wanita yang diperselisihkan, yaitu wanita yang sudah beliau gauli lalu beliau ceraikan, atau mengadakan akad dengannya tapi belum beliau gauli, atau beliau pinang tapi tidak jadi akad nikahnya. Status mereka ini diperselisihkan juga tentang sebab-sebab menceraikan mereka dengan perselisihan tajam yang wajib berhenti dari memutuskan kebenaran pada salah satu darinya.”
kisah Arjuna
Raden Arjuna adalah putra ketiga dari pasangan Dewi Kunti dan Prabu Pandu atau sering disebut dengan ksatria Panengah Pandawa. Seperti yang lainnya, Arjuna pun sesungguhnya bukan putra Pandu, namun ia adalah putra dari Dewi Kunti dan Batara Indra. Dalam kehidupan orang jawa, Arjuna adalah perlambang manusia yang berilmu tingga namun ragu dalam bertindak. Hal ini nampak jelas sekali saat ia kehilangan semangat saat akan menghadapi saudara sepupu, dan guru-gurunya di medan Kurusetra. Keburukan dari Arjuna adalah sifat sombongnya. Karena merasa tangguh dan juga tampan, pada saat mudannya ia menjadi sedikit sombong.
Arjuna memiliki dasanama sebagai berikut : Herjuna, Jahnawi, Sang Jisnu, Permadi sebagai nama Arjuna saat muda, Pamade, Panduputra dan Pandusiwi karena merupakan putra dari Pandu, Kuntadi karena punya panah pusaka, Palguna karena pandai mengukur kekuatan lawan, Danajaya karena tidak mementingkan harta, Prabu Kariti saat bertahta menjadi raja di kayangan Tejamaya setelah berhasil membunuh Prabu Niwatakaca, Margana karena dapat terbang tanpa sayap, Parta yang berarti berbudi luhur dan sentosa, Parantapa karena tekun bertapa, Kuruprawira dan Kurusatama karena ia adalah pahlawan di dalam baratayuda, Mahabahu karena memiliki tubuh kecil tetapi kekuatannya besar, Danasmara karena tidak pernah menolak cinta manapun, Gudakesa, Kritin, Kaliti, Kumbawali, Kumbayali, Kumbang Ali-Ali, Kuntiputra, Kurusreta, Anaga, Barata, Baratasatama, Jlamprong yang berarti bulu merak adalah panggilan kesayangan Werkudara untuk Arjuna, Siwil karena berjari enam adalah panggilan dari Prabu Kresna, Suparta, Wibaksu, Tohjali, Pritasuta, Pritaputra, Indratanaya dan Indraputra karena merupakan putra dari Batara Indra, dan Ciptaning dan Mintaraga adalah nama yang digunakan saat bertapa di gunung Indrakila. Arjuna sendiri berarti putih atau bening.
Pada saat lahir, sukma Arjuna yang berwujud cahaya yang keluar dari rahim ibunya dan naik ke kayangan Kawidaren tempat para bidadari. Semua bidadari yang ada jatuh cinta pada sukma Arjuna tersebut yang bernama Wiji Mulya. Kegemparan tersebut menimbulkan kemarahan para dewa yang lalu menyerangnya. Cahaya yang samar samar tersebut lalu berubah menjadi sesosok manusia tampan yang berpakaian sederhana.
Hilangnya sukma Arjuna dari tubuh Dewi Kunthi menyebabkan kesedihan bagi Prabu Pandu. Atas nasehat Semar, Pandu lalu naik ke kayangan dan meminta kembali putranya setelah diberi wejangan oleh Batara Guru.
Sejak muda, Arjuna sudah gemar menuntut ilmu. Ia menuntut ilmu pada siapapun. Menurutnya lingkungan masyarakat adalah gudang dari ilmu. Guru-gurunya antara lain adalah Resi Drona, dari Resi Dona ia mendapat senjata ampuh yang bernama panah Cundamanik dan Arya Sengkali, yang kedua adalah Begawan Krepa, Begawan Kesawasidi, Resi Padmanaba, dan banyak pertapa sakti lainnya. Dalam kisah Mahabarata, Arjuna berguru pada Ramaparasu, namun dalam kisah pewayangan, hal tersebut hampit tidak pernah disinggung.
Dalam pewayangan diceritakan bahwa Arjuna memiliki lebih dari 40 orang istri namun hanya beberapa saja yang terkenal dan sering di singgung dalam pedalangan. Istri-istri Arjuna adalah sebagai berikut :
- Endang Jimambang berputra Bambang Kumaladewa dan Bambang Kumalasekti
- Dewi Palupi atau Dewi Ulupi berputra Bambang Irawan
- Dewi Wara Sumbadra berputra Raden Angkawijaya atau Raden Abimanyu.- Dewi Srikandi tidak berputra
- Dewi Ratri berputra Bambang Wijanarka
- Dewi Dresnala berputra Bambang Wisanggeni
- Dewi Juwitaningrat berputra Bambang Senggoto yang beujud raksasa
- Endang Manuhara berputri Dewi Pregiwa dan Dewi Manuwati
- Dewi Banowati berputri Endang Pergiwati (diasuh oleh Endang Manuhara)
- Dewi Larasati berputra Bambang Sumitra dan Bambang Brantalaras
- Dewi Gandawati berputra Bambang Gandakusuma
- Endang Sabekti berputra Bambang Priyembada
- Dewi Antakawulan berputra Bambang Antakadewa
- Dewi Supraba berputra Bambang Prabakusuma
- Dewi Wilutama berputra Bambang Wilugangga
- Dewi Warsiki tidak diketahui putranya
- Dewi Surendra tidak diketahui putranya
- Dewi Gagarmayang tidak diketahui putranya
- Dewi Tunjungbiru tidak diketahui putranya
- Dewi Leng-Leng Mulat tidak diketahui putranya
- Dewi Citranggada berputra Bambang Babruwahana
- Dewi Lestari tidak berputra
- Dewi Larawangen tidak berputra
- Endang Retno Kasimpar tidak berputra
- Dewi Citrahoyi tidak berputra
- Dewi Manukhara tidak berputra
Banyaknya istri yang dimiliki Arjuna ini dalam cerita pewayangan bukanlah merupakan gambaran seseorang yang serakah istri atau mata keranjang, namun gambaran bahwa Arjuna dapat menerima dan diterima oleh semua golongan. Ketika muda, Arjuna pernah ingin memperistri Dewi Anggraini, istri Prabu Ekalaya atau juga sering disebut Prabu Palgunadi dari kerajaan Paranggelung. Saat itu Arjuna yang ingin memaksakan kehendaknya mengakibatkan Dewi Anggraini bunuh diri karena ia hanya setia pada suaminya. Prabu Ekalaya yang mengetahui hal itu menantang Arjuna, namun kehebatan Prabu Ekalaya ternyata lebih dari Arjuna. Arjuna lalu mengadu pada Drona. Ia beranggapan gurunya telah ingkar janji dengan pernah menyebutkan tidak akan pernah mengajari memanah kepada siapapun selain Arjuna. Resi Drona lalu pergi kepada Prabu Ekalaya. Prabu Ekalaya memang adalah penggemar dari Resi Drona, namun karena ia tak dapat berguru secara langsung, ia menciptakan arca Drona di istananya untuk diajak bicara dadn berlatih. Oleh Drona hal tersebut dianggap sebagai suatu hal terlarang dengan memasang arcanya di sana. Maka sebagai gantinya Resi Drona lalu meminta Cincin Mustika Ampal yang telah tertanam di ibu jari Prabu Ekalaya. Oleh drona jari tersebut lalu dipotong lalu di tempelkan pada jari Arjuna. Sejak itulah Arjuna memiliki enam jari pada tangan kanannya. Hal ini dalam bahasa Jawa disebut siwil. Saat bertemu dengan Arjuna lagi, Prabu Ekalaya kalah. Saat itu ia menyadari bahwa ia telah diperdaya, maka sebelum mati ia berkata akan membalas dendam pada Drona kelak dalam Perang Baratayuda.
Arjuna memiliki banyak sekali senjata dan aji-aji.Senjata-senjata Arjuna antara lain adalah Panah Gendewa dari Batara Agni setelah ia membantu Batara Agni melawan Batar Indra dengan membakar Hutan Kandawa, Panah Pasopati dari Kirata, seorang pemburu jelmaan Batara Guru, sebelum Arjuna membunuh Niwatakaca, Mahkota Emas dan berlian dari Batara Indra, setelah ia mengalahkan Prabu Niwatakaca dan menjadi Raja para bidadari selama tujuh hari, keris Pulanggeni, keris Kalanadah yang berasal dari taring Batara Kala, Panah Sarotama, Panah Ardadali, Panah Cundamanik, Panah Brahmasirah, Panah Angenyastra, dan Arya Sengkali, keempatnya dari Resi Drona, Minyak Jayangketon dari Begawan Wilawuk, mertuanya, pusaka Mercujiwa, panah Brahmasirah, cambuk kyai Pamuk, panah Mergading dan banyak lagi. Selain itu aji-aji yang dimiliki Arjuna adalah sebagai berikut :
- Aji Panglimunan/Kemayan : dapat menghilang
- Aji Sepiangin : dapat berjalan tanpa jejak
- Aji Tunggengmaya : dapat mencipta sumber air
- Aji Mayabumi : dapat meperbesar wibawa dalam pertempuran
- Aji Mundri/Maundri/Pangatep-atep : dapat menambah berat tubuh
- Aji Pengasihan : menjadi dikasihi sesama
- Aji Asmaracipta : menambah kemampuan olah pikir
- Aji Asmaratantra : menambah kekuatan dalam perang
- Aji Asmarasedya : manambah keteguhan hati dalam perang
- Aji Asmaraturida : meanmbah kekuatan dalam olah rasa
- Aji Asmaragama : menambah kemampuan berolah asmara
- Aji Anima : dapat menjadi kecil hingga tak dapat dilihat
- Aji Lakuna : menjadi ringan dan dapat melayang
- Aji Prapki : sampai tujuan yang diinginkan dalam sekejap mata
- Aji Matima/Sempaliputri : dapat mengubah wujudnya.
- Aji Kamawersita : dapat perkasa dalam olah asmara
- Aji Sepiangin : dapat berjalan tanpa jejak
- Aji Tunggengmaya : dapat mencipta sumber air
- Aji Mayabumi : dapat meperbesar wibawa dalam pertempuran
- Aji Mundri/Maundri/Pangatep-atep : dapat menambah berat tubuh
- Aji Pengasihan : menjadi dikasihi sesama
- Aji Asmaracipta : menambah kemampuan olah pikir
- Aji Asmaratantra : menambah kekuatan dalam perang
- Aji Asmarasedya : manambah keteguhan hati dalam perang
- Aji Asmaraturida : meanmbah kekuatan dalam olah rasa
- Aji Asmaragama : menambah kemampuan berolah asmara
- Aji Anima : dapat menjadi kecil hingga tak dapat dilihat
- Aji Lakuna : menjadi ringan dan dapat melayang
- Aji Prapki : sampai tujuan yang diinginkan dalam sekejap mata
- Aji Matima/Sempaliputri : dapat mengubah wujudnya.
- Aji Kamawersita : dapat perkasa dalam olah asmara
Arjuna pernah membantu Demang Sagotra rukun dengan istrinya saat ia mencari nasi bungkus untuk Nakula dan Sadewa setelah peristiwa Balesigala-gala. Konon hal ini yang membuat Demang Sagotra rela menjadi tawur kemenangan Pandawa kelak dalam Perang Baratayuda Jayabinangun.
Setelah Pandawa dihadiahi hutan Kandaprasta yang terkenal angker, Arjuna bertemu dengan Begawan Wilawuk yang sedang mencarikan pria yang diimpikan putrinya. Saat itu Begawan Wilawuk yang berujud raksasa membawa Arjuna dan menikahkannya dengan putrinya, Dewi Jimambang. Konon ini adalah istri pertama dari Arjuna. Dari mertuanya, ia mendapat warisan minyak Jayangketon yang berhasiat dapat melihat makhluk halus jika dioleskan di pelupuk mata. Minyak ini berjasa besar bagi para Pandawa yang saat itu berhadapan dengan Jin Yudistira dan saudara-saudaranya yang tak dapat dilihat mata biasa. Saat itu pulalah Arjuna dapat mengalahkan Jin Dananjaya dari wilayah Madukara. Jin Danajaya lalu merasuk dalam tubuh Arjuna. Selain mendapat nama Dananjaya, Arjuna juga memperoleh wilayah kesatrian di Madukara dengan Patih Suroto sebagai patihnya.
Saat menjadi buangan selama 12 tahun di hutan setelah Puntadewa kalah dalam permainan dadu Arjuna pernah pergi untuk bertapa di gunung Indrakila dengan nama Begawan Mintaraga. Dia saat yang sama Prabu Niwatakaca dari kerajaan Manimantaka yang meminta Dewi Supraba yang akan dijadikan istrinya. Saat itu tak ada seorang dewapun yang dapat menandingi kehebatan Prabu Niwatakaca dan Patihnya Ditya Mamangmurka. Menurut para dewa, hanya Arjunalah yang sanggup menaklukan raja raksasa tersebut. Batara Indra lalu mengirim tujuh bidadari untuk memberhentikan tapa dari Begawan Mintaraga. Ketujuh bidadari tersebut adalah Dewi Supraba sendiri, Dewi Wilutama, Dewi Leng-leng Mulat, Dewi Tunjungbiru, Dewi Warsiki, Dewi Gagarmayang dan Dewi Surendra. Tetapi ketujuh bidadari tersebut tetap saja tidak berhasil menggerakkan sang pertapa dari tempat duduknya. Setelah ketujuh bidadari tersebut kembali ke kayangan dan melaporkan kegagalannya, tiba-tiba munculah seorang raksasa besar yang mengobrak-abrik gunung Indrakila. Oleh Ciptaning, Buta tersebut di sumpah menjadi seekor babi hutan. Lalu babi hutan tersebut dipanahnya. Disaat yang bersamaan panah seorang pemburu yang bernama Keratapura. Setelah melalui perdebatan panjang dan perkelahian, ternyata Arjuna kalah. Arjuna lalu sadar bahwa yang dihadapinya tersebut adalah Sang Hyang Siwa atau Batara Guru. Ia lalu menyembah Batara Guru. Oleh Bataar Guru Arjuna diberi panah Pasopati dan diminta mengalahkan Prabu Niwatakaca. Ternyata mengalahkan Prabu Niwatakaca tidak semudah yang dibayangkan. Arjuna lalu meminta bantuan Batari Supraba. Dengan datangnya Dewi Supraba ke tempat kediaman Prabu Niwatakaca, membuat sang Prabu sangat senang karena ia memang telah keseng-sem dengan sang dewi. Prabu Niwatakaca yang telah lupa daratan tersebut menjawab semua pertanyaan Dewi Supraba, sedang Arjuna bersembunyi di dalam gelungnya. Pertanyaan tersebut diantaranya adalah dimana letak kelemahan Prabu Niwatakaca, sang Prabu dengan tenang menjawab, kelemahannya ada di lidah. Seketika itu Arjuna muncul dan melawan Prabu Niwatakaca. Karena merasa di permainkan, Prabu Niwatakaca membanting Arjuna dan mengamuk sejadi-jadinya. Saat itu Arjuna hanya berpura-pura mati. Ketika Niwatakaca tertawa dan sesumbar akan kekuatannya, Arjuna lalu melepaskan panah Pasopatinya tepat kedalam mulut sang prabu dan tewaslah Niwatakaca.
Arjuna lalu diangkat menjadi raja di kayangan Tejamaya, tempat para bidadari selama tujuh hari (satu bulan di kayangan = satu hari di dunia). Arjuna juga boleh memilih 40 orang bidadari untuk menjadi istrinya dimana ketujuh bidadari yang menggodanya juga termasuk dalam ke-40 bidadari tersebut dan juga Dewi Dresnala, Putri Batara Brahma. Selain itu Arjuna juga mendapat mahkota emas berlian dari Batara Indra, panah Ardadali dari Batara Kuwera, dan banyak lagi. Arjuna juga diberi kesempatan untuk mengajukan suatu permintaan. Permintaan Arjuna tersebut adalah agar Pandawa jaya dalam perang Baratayuda. Hal ini menimbulkan kritik keras dari Semar yang merupakan pamong Arjuna yang menganggap Arjuna kurang bijaksana. Menurut Semar, Arjuna seharusnya tidak egois dengan memikirkan diri sendiri dan tidak memikirkan keturunan Pandawa lainnya. Dan memang benar, kesemua Putra Pandawa yang terlibat dalam Perang Baratayuda tewas.
Di saat Arjuna sedang duduk-duduk tiba-tiba datanglah Dewi Uruwasi. Dewi Uruwasi yang telah jatuh cinta terhadap Arjuna meminta dijadikan istrinya. Arjuna menolak secara halus, namun Dewi Uruwasi yang sudah buta karena cinta tetap mendesak. Karena Arjuan tetap menolak, Dewi Uruwasi mengutuknya akan menjadi banci kelak. Arjuna yang sedih dengan kutukan tersebut dihibur Batara Indra. Menurut Batara Indra hal tersebut akan berguna kelak dan tak perlu disesali.Setelah kembali dari Kayangan, Arjuna dan saudara-saudaranya harus menyamar di negri Wirata. Dan disinilah kutukan Dewi Uruwasi berguna. Arjuna lalu menjadi guru tari dan kesenian, dan menjadi banci yang bernama Kendri Wrehatnala. Di akhir penyamarannya, Arjuna kembali menjadi seorang ksatria dan mengusir para kurawa yang ingin mnghancurkan kerajaan Wirata. Arjuna lalu akan dikawinkan dengan Dewi Utari namun Arjuna meminta agar Dewi Utari dikawinkan dengan putranya yaitu Raden Abimanyu.
Kendati Arjuna adalah seorang berbudi luhur namun ia tetap tidak dapat luput dari kesalahan. Hal ini menyangkut hal pilih kasih. Saat putranya Bambang Sumitra akan menikah dengan Dewi Asmarawati, Arjuna terlihat acuh tak acuh. Oleh Semar, lalu acara tersebut diambil alih sehingga pesta tersebut berlangsung dengan sangat meriah dengan mengadirkan dewa-dewa dan dewi-dewi dari kayangan. Arjuna kemudian sadar akan kekhilafannya dalam hal pilih-pilih kasih. Suatu pelajaran yang dapat dipetik disini adalah sebagai orang tua hendaknya tidak memilih-milih kasih pada anak-anaknya.
Dalam perang Baratayuda Arjuna menjadi senopati Agung Pandawa yang berhasil membunuh banyak satriya Kurawa dan juga senotapi-senopati lainnya. Yang tewas di tangan Arjuna antara lain Raden Jayadrata yang telah membunuh putra kesayangannya yaitu Abimanyu, Prabu Bogadenta, Raden Citraksa, Raden Citraksi, Raden Burisrawa, dan Adipati Karna.
Masih dalam Baratayuda, Arjuna yang baru saja kehilangan putra kesayangannya menjadi kehilangan semangat, ditambah lagi guru dan saudara-saudaranya satu-persatu gugur di medan Kurusetra. Prabu Kresna lalu memberi nasihat bahwa dalam perang itu tidak ada kawan-lawan, kakak-adik ataupun guru-murid semuanya adalah takdir dan harus dijalani. Ajaran ini dikenal dengan nama Bagawat Gita. Yang membuat semangat ksatria penengah pandawa tersebut kembali menyala saat akan berhadapan dengan Adipati Karna, saudara tua seibu.
Setelah Perang Baratayuda berakhir, Dewi Banowati yang memang telah lama berselingkuh dengan Arjuna kemudian diperistrinya. Sebelumnya Arjuna telah memiliki seorang putri dari Dewi Banowati. Di saat yang sama Prabu Duryudana yang mulai curiga dengan hubungan istrinya dan Arjuna lalu berkata bahwa jika yang lahir bayi perempuan, itu adalah putri dari Arjuna dan Banowati akan diusir tetapi jika itu laki-laki maka itu adalah putranya. Saat bayi tersebut lahir ternyata adalah seorang perempuan. Banowati sangat panik akan hal itu. Namun atas pertolongan Kresna, bayi tersebut ditukar sebelum Prabu Duryudana melihatnya. Bayi perempuan yang lalu diasuh oleh Dewi Manuhara, istri Arjuna yang lain kemudian di beri nama Endang Pergiwati. Karena kelahirannya hampir sama dengan putri Dewi Manuhara yang bernama Endang Pergiwa, lalu keduanya di aku kembar. Sedang untuk putra dari Dewi Banowati dan Prabu Duryudana, Prabu Kresna mengambil seorang anak gandrawa dan diberi nama Lesmana Mandrakumara. Karena ia adalah anak gandrawa yang dipuja menjadi manusia, maka Lesmana Mandrakumara memiliki perwatakan yang cengeng dan agak tolol. Malang bagi Dewi Banowati, pada malam ia sedang mengasuh Parikesit, ia dibunuh oleh Aswatama yang bersekongkol dengan Kartamarma dan Resi Krepa untuk membunuh Parikesit yang masih Bayi. Dihari yang sama Dewi Srikandi, dan Pancawala juga dibunuh saat sedang tidur. Untunglah bayi parikesit yang menangis lalu menendang senjata Pasopati yang di taruh Arjuna di dekatnya dan membunuh Aswatama.
Arjuna yang sedang sedih karena Banowati telah dibunuh bersama Dewi Srikandi lalu mencari seorang putri yang mirip dengan Dewi Banowati. Putri tersebut adalah Dewi Citrahoyi, istri Prabu Arjunapati yang juga murid dari prabu Kresna. Prabu Kresna yang tanggap akan hal itu lalu meminta Prabu Arjunapati menyerahkan istrinya pada Arjuna. Prabu Arjunapati yang tersinggung akan hal itu menantang Prabu Kresna berperang dan dalam pertempuran itu Prabu Arjunapati gugur sampyuh dengan Patih Udawa dan Dewi Citrahoyi lalu menjadi istri Arjuna.
Setelah penguburan para pahlawan yang gugur dalam perang Baratayuda dan pengangkatan Prabu Puntadewa menjadi raja Astina dengan gelar Prabu Kalimataya, Arjuna melaksanakan amanat kakaknya dengan mengadakan Sesaji Korban Kuda atau disebut Sesaji Aswameda. Arjuna yang diiringi sepasukan tentara Astina lalu mengikuti seekor kuda kemanapun kuda itu berjalan dan kerajaan-kerajaan yang dilewati kuda tersebut harus tunduk pada Astina, jika tidak Arjuna dan pasukannya akan menyerang kerajaan tersebut. Semua kerajaan yang dilewati kuda tersebut ternyata dapat dikalahkan. Arjuna lalu kembali ke Astina dan akhir hidupnya diceritakan mati moksa dengan keempat saudaranya dan Dewi Drupadi.
Minggu, Juni 15, 2014
Merpati Tak Pernah Ingkar Janji
yang selalu terbang tinggi
aku ingin seperti merpati,,,
terbang tinggi dan selalu kembali
karena merpati tak pernah ingkar janji
aku ingin seperti merpati,,,,
yang setia pada satu hati
yang bisa berbagi dengan sang hati
aku ingin seperti merpati,,,
hidup berdua sampe mati
aku ingin seperti merpati,,,
yang tak mau pasanganya pergi
setinggi p dia terbang
pasti akan kembali
karna dia tau sang pujaan hati dibawah menanti,,,
merpati memang tak pernah ingkar janji
karena dia setia pada satu hatu
q ingin sepertimu merpati
jadi lambang cinta sejati,,,
Jumat, Juni 13, 2014
Terbukti, bayi sudah bisa mengingat suara sejak dalam kandungan!
Selama ini wanita yang sedang hamil diharapkan untuk menjauhi hal-hal buruk. Misalkan tidak berbicara hal-hal yang jelek, mendengarkan ucapan yang buruk, atau melihat hal-hal yang buruk. Wanita yang sedang hamil diharapkan mendengarkan suara yang baik, berbicara dan mendengarkan hal-hal yang baik. Banyak orang percaya bahwa hal tersebut tak hanya mempengaruhi sang ibu tetapi juga bayi dalam kandungannya.
Hal ini nyatanya bukan sekedar mitos belaka namun juga terbukti secara ilmiah. Penelitian menunjukkan bahwa bayi sudah memiliki kemampuan untuk mengingat, terutama suara, sejak dalam kandungan. Bayi bisa mengenali suara ibunya dan ketika sudah terlahir, mereka akan mengenali ibunya dengan mengingat suara yang mereka dengar sejak dalam kandungan.
Uniknya, penelitian bahkan menemukan bahwa bayi bisa mengingat tak hanya suara ibunya melainkan juga suara lain yang didengarnya sejak dalam rahim. Bayi bahkan bisa mengenali suara musik pembuka sebuah acara televisi yang sering ditonton oleh ibunya saat hamil, seperti dilansir oleh Boldsky (12/06).
Sebuah penelitian terbaru dari Finlandia mengungkap bahwa bayi bisa mengingat suara dan kata-kata yang didengarnya saat dalam kandungan. Hasil ini didapatkan peneliti setelah melakukan pengamatan terhadap sekelompok ibu hamil yang diminta mendengarkan silabel seperti 'tatata' selama 25.000 kali setiap hari. Ini dilakukan ketika usia kehamilan menginjak 29 minggu hingga saatnya melahirkan.
Setelah bayi lahir, peneliti melakukan pengamatan terhadap aktivitas otak mereka ketika diperdengarkan silabel 'tatata' seperti saat mereka masih dalam kandungan. Hasilnya menunjukkan bahwa bayi bisa mengenali suara dan kata tersebut. Terkadang, bayi juga mengenali suara ibu mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa bayi lebih mudah mengingat musik dan suara ibu mereka.
Inilah alasan seringkali ibu hamil diminta untuk mengajak berbicara bayi dalam kandungan mereka. Ketika mendengarkan suara ibu, bayi membentuk hubungan dan ikatan dengan ibunya. Tak hanya ibu, ayah juga sebaiknya sering mengajak bicara anak dalam kandungan mereka. Ini akan membuat anak juga mengenali sang ayah dan membentuk hubungan dengannya, bahkan sebelum dilahirkan
Minggu, Juni 08, 2014
DO'A KU UNTUK YG KU SAYANGI
بسم الله الرØÙ…Ù† الرØÙŠÙ…
Ya allah ...ya Tuhan kami
Ampunilah dosa ku yang telah aku lakukan.
Kau limpahkanlah aku dengan kesabaran yang tiada terbatas
Kau berikanlah aku kekuatan mental dan fisik
karuniakanlah aku dengan sifat keridhaan
peliharalah lidahku dari kata-kata yang tak berguna
kuatkanlah semangatku melewati segala ujianMu
berikanlah aku sifat kasih sesama insan
Ya Allah...Ya Rahman Ya Rahim..
Sekiranya kekasihku ini adalah pilihan Mu di atas Arsy
Berilah aku kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanya
Karuniakanlah aku sifat kasih dan ridha atas segala perbuatannya
Sekiranya kekasih ku ini adalah bidadari untuk ku di Surga Mu
Limpahkanlah aku dengan sifat kesabaran dan kelembutan untuk menghadapi dirinya
Peliharalah tingkah laku serta kata-kataku dari
menyakiti perasaannya
Sekiranya...
Kekasih ku ini jodoh yang dirahmati oleh Mu maka
Berilah aku kesabaran untuk menghadapi segala tingkah lakunya
Ya Allah... Tuhan Yang Maha Mengetahui segala sesuatu..
Kau yang Maha Megetahui apa yang terbaik untukku
Kau juga yang Maha Mengampuni segala kekhilafan dan segala dosa yang sudah aku lakukan
Sekiranya aku tersilap membuat keputusan..
Bimbinglah aku ke jalan yang Engkau ridhai
Sekiranya aku lalai dalam tanggungjawabku
Kau hukumlah aku didunia tetapi bukan diakhirat Mu
Sekiranya aku ingkar dan durhaka Berikanlah aku
petunjuk kearah rahmat Mu
Ya Allah sesungguhnya aku lemah tanpa petunjukMu..
Aku buta tanpa bimbinganMu. .
Aku cacat tanpa hidayahMu..
Aku hina tanpa RahmatMu..
Ya Allah.. Ya Muqallibal Qulub
Kuatkan hati dan semangatku
Tabahkan aku menghadapi segala cobaanMu
Persatukan kami dalam ikatan suci
Jadikanlah aku suami yang di sayangi isteri
Bukakanlah hatiku untuk menghayati agamaMu
Bimbinglah aku menjadi suami yang terbaik bagi dirinya
Hanya padaMu Ya Allah ku mohon segala harapan
Karena aku pasrah dengan segala keputusanMu
Karena aku sadar hinanya aku
Karena aku insan lemah yang sering keliru
Kerana aku sering lupa dengan keindahan dunia ini
Karena kurang kesabaran ku menghadapi ujia dariMu
Ya Allah ..
Sesungguhnya diriku ini Hanyalah HambaMu yang Lemah dan Fakir
Limpahkan lah rumah tanggaku dengan penuh mawaddah
Jadikanlah rumah tanggaku sebagai rumah tangga yang sakinah
Aku memohon ampun kepadaMu Ya allah , atas segala Dosa-dosa yang telah aku lakukan . .
أمين
Ya allah ...ya Tuhan kami
Ampunilah dosa ku yang telah aku lakukan.
Kau limpahkanlah aku dengan kesabaran yang tiada terbatas
Kau berikanlah aku kekuatan mental dan fisik
karuniakanlah aku dengan sifat keridhaan
peliharalah lidahku dari kata-kata yang tak berguna
kuatkanlah semangatku melewati segala ujianMu
berikanlah aku sifat kasih sesama insan
Ya Allah...Ya Rahman Ya Rahim..
Sekiranya kekasihku ini adalah pilihan Mu di atas Arsy
Berilah aku kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanya
Karuniakanlah aku sifat kasih dan ridha atas segala perbuatannya
Sekiranya kekasih ku ini adalah bidadari untuk ku di Surga Mu
Limpahkanlah aku dengan sifat kesabaran dan kelembutan untuk menghadapi dirinya
Peliharalah tingkah laku serta kata-kataku dari
menyakiti perasaannya
Sekiranya...
Kekasih ku ini jodoh yang dirahmati oleh Mu maka
Berilah aku kesabaran untuk menghadapi segala tingkah lakunya
Ya Allah... Tuhan Yang Maha Mengetahui segala sesuatu..
Kau yang Maha Megetahui apa yang terbaik untukku
Kau juga yang Maha Mengampuni segala kekhilafan dan segala dosa yang sudah aku lakukan
Sekiranya aku tersilap membuat keputusan..
Bimbinglah aku ke jalan yang Engkau ridhai
Sekiranya aku lalai dalam tanggungjawabku
Kau hukumlah aku didunia tetapi bukan diakhirat Mu
Sekiranya aku ingkar dan durhaka Berikanlah aku
petunjuk kearah rahmat Mu
Ya Allah sesungguhnya aku lemah tanpa petunjukMu..
Aku buta tanpa bimbinganMu. .
Aku cacat tanpa hidayahMu..
Aku hina tanpa RahmatMu..
Ya Allah.. Ya Muqallibal Qulub
Kuatkan hati dan semangatku
Tabahkan aku menghadapi segala cobaanMu
Persatukan kami dalam ikatan suci
Jadikanlah aku suami yang di sayangi isteri
Bukakanlah hatiku untuk menghayati agamaMu
Bimbinglah aku menjadi suami yang terbaik bagi dirinya
Hanya padaMu Ya Allah ku mohon segala harapan
Karena aku pasrah dengan segala keputusanMu
Karena aku sadar hinanya aku
Karena aku insan lemah yang sering keliru
Kerana aku sering lupa dengan keindahan dunia ini
Karena kurang kesabaran ku menghadapi ujia dariMu
Ya Allah ..
Sesungguhnya diriku ini Hanyalah HambaMu yang Lemah dan Fakir
Limpahkan lah rumah tanggaku dengan penuh mawaddah
Jadikanlah rumah tanggaku sebagai rumah tangga yang sakinah
Aku memohon ampun kepadaMu Ya allah , atas segala Dosa-dosa yang telah aku lakukan . .
أمين
Jumat, Juni 06, 2014
Langganan:
Postingan (Atom)





































