Minggu, Mei 18, 2014

Senandung Rembulan

Setiap aku dalam
kesendirian
Bersama malam –
malam panjang
yang
sepi
Hening yang ada
saat
semua menjauh

Terdengar alunan
nada
yang bersenandung
kerinduan
Mengiringi jalannya
goresan tinta yang
tercurah

Melodi cinta seakan
berdenting di atas
pentas hati
Yang telah lama
menyimpan kata
tak
terucap

Hingga saat ini
terpaku
tak berkutik
sedikitpun

Hanya karna syair
lagu
yang tak pernah
tersampaikan
Yang dulu pernah
aku
titipkan pada
rembulan
di saat malam sepi

Namun apalah daya
saat ini
Jika laguku tak
pernah
tersampaikan

Mungkin aku hanya
rembulan redup
Yang hadir pada
saat
malam yang sepi
nan
bisu

Hanya bayangan
yang
semu tanpa makna
Berujung sudah
pada
kasih tak sampai

Padahal begitu lama
hasrat ini
terpendam
Yang selalu ingin aku
curahkan

Gelora cinta yang
lama
hadir dan bergejolak
Di saat mata dan
hati
mengharapmu

Kadang aku selalu
bertanya pada hati
ini

Sampai kapan aku
termenung sendiri
Menanti rembulan
berpijak pada bumi
yang
berdebu ini

Jika memang itu tak
mungkin
Biar cinta ini hanya
sebatas mengenal

Disini aku sadar
Aku bukanlah
rembulan
seindah yang kau
bayangkan
Tetapi redup dan
tak
bersinar

Terlalu tinggi jika
aku
mengaharap
Bisa menerangi saat
kau sepi nan bisu